ITB Fair 2010: Bersinar

RSS Feed

ITB sebagai Institut Teknologi, sains dan seni dihuni oleh banyak mahasiswa potensial. Merupakan hal yang wajar jika dunia kemahasiswaan ITB dihuni oleh ragam ranah. Kaderisasi, budaya kekeluargaan, pengabdian masyarakat, musik, entrepreunership, kajian umum, dan keprofesian. Ranah keprofesian dianggap sebagai ranah dasar seorang mahasiswa ITB. Tidak dapat dipungkiri jika faktor dasar identitas seorang mahasiswa ITB adalah latar belakang keprofesiannya. Semakin berkembangnya pola pandang mahasiswa ITB terhadap tuntutan masyarakat membuat semakin berkembang pula cara mahasiswa ITB memandang keprofesian. Jika dulu kita memandang kegiatan di laboratorium dan studio dianggap terpisah dengan kemahasiswaan, sekarang tidak. Keprofesian di segala lini telah dianggap sebagai bagian terpenting dalam kemahasiswaan ITB. Bahkan saat ini paradigm keprofesian telah mampu terintegrasi dengan pengabdian masyarakat dan penelitian di beberapa himpunan mahasiswa jurusan.

ITB memilki potensi besar di ranah keprofesian yang terintegrasi. P.J Palmer mengatakan bahwa budaya riset dimulai dari budaya bertanya. Secara cultural budaya bertanya tersebut telah ada sejak lama di ITB. Hal ini menandakan bahwa secara alamiah mahasiswa ITB telah terkondisikan sebagai sebagai seorang peneliti alami di dunianya masing- masing termasuk keprofesian. Terlihat jelas pada beberapa kegiatan mahasiswa ITB seperti pembangunan PLTA Palapa, pengelolaan sampah tertrapak, pencerdasan obat farmasi, dan revitalisasi saluran irigasi telah dilakukan oleh mahahaiswa ITB guna memecahkan permasalahan di masyarakat. Selain itu, terdapat 14 himpunan mahahsiswa jurusan yang telah memilki desa binaan. Namun potensi besar mahasiswa ITB di bidang keprofesian belum mampu memberikan dampak signifikan pada gerakan mensejahterakan masyarakat. Ranah keprofesian di himpunan mahasiswa jurusan acapkali bergerak sendiri- sendiri. Potensi besar keprofesian ITB pun ternyata belum merata dimilki oleh semua keluarga mahasiswa ITB. Beberapa himpunan mahasiswa juruan telah mampu mengerjakan keprofesian dengan baik, beberapa yang lain masih berkutat dengan masalah internal himpunan. Fenomena ‘obesitas potensi’ keprofesian ITB ternyata masih menjadi momok bagi keluarga mahasiswa ITB.

Kini gerakan keprofesian berbasis masyarakat harus mampu dipandang sebagai gerakan baru mahasiswa. Untuk memulai gerakan ini diperlukan suatu pembudayaan kegiatan keprofesian di kampus ini. Ketika keprofesian telah mampu menjadi lifestyle mahahsiswa ITB, maka kita akan dapat dengan mudah menggerakkan keprofesian untuk kepentingan masyarakat luas.

Di ranah tanah air lainnya, ternayat sebagian mahasiswa Indonesia mulai memandang community development sebagai suatu tren baru. Gerakan mahasiswa dipandang tak hanya dapat mengandalkan gerakan vertical saja, tetapi juga harus mengarah ke gerakan horizontal yang merakyat. Namun, ternayat tren ini masih belum mampu dijadikan suatu kesepahaman gerak bersama.

Sejalan dengan cita- cita KM ITB untuk mebuat Indonesia Tersenyum, maka ITB tidak akan pernah bisa sendirian dalam mewujudkannya. Gerakan keprofesian bebasis masyarakat untuk mensejahterakan bangsa harus dihimpun oleh kekuatan mahasiswa- mahasiswa Indonesia. Semangat persatuan seperti saat zaman sumpah pemuda di ikrarkan harus mampu disusung oleh mahasiswa.

ITB FAIR 2010 harus hadir bukan sebagai ritual rutin 2 tahunan, melainkan sebagai sebuah kebutuhan akan keprofesian ITB. ITB FAIR 2010 bukan hanya dipandang sebagai acara 2-3 hari, melainkan sebagai sebuah proses gerakan selama 5 bulan yang akan berdampak jangka panjang. Seluruh civitas akdemika perlu untuk dilibatkan secara aktif maupun pasif sebagai wujud sinergis yang akan saling melengkapi. Dengan membawa visi Ganesha Bersinar yang merupakan singkatan dari Bergerak, Sinergis dan Berkarya ITB FAIR 2010 akan menjadi sebuah puncak eskalasi dari visi KM ITB yakni, “Mari membuat Indonesia tersenyum”.

 
Bergerak
Bergerak merupakan dasar dari sebuah pencapaian mimpi. ITB FAIR 2008 dan KENMI telah menghasilkan berbagai macam mimpi tentang Indonesia terutama di bidang energy. Untuk itu ITB FAIR 2010 tidak tepat lagi jika masih bermain di tatanan mimpi. Gerakan strategis harus sudah mulai dipicu dalam proses menuju ITB FAIR 2010. Pemicu gerakan tersebut dapat dilakukan dengan memfasilitasi gerakan- gerakan keprofesian yang sudah ada di beberapa himpunan mahasiswa jurusan, serta mengaktivasi gerakan keprofesian yang belum ada di beberapa mahasiswa jurusan.Diharapkan gerakan ini akan mampu menginspirasi mahasiswa lain untuk turut serta dalam gerakan keprofesian.
 
Sinergis
Untuk melipatgandakan kekuatan keprofesian ITB diperlukan suatu sinergisasi. Sinergis dapat bermakna sebagai bergerak masing- masing namun memiliki arah yang sama. Konsep sinergis juga dapat bermakna saat output dari suatu pihak dapat menjadi input bagi suatu pihak. Aplikasi sinergis dilakukan di ITB FAIR 2010 dilakukan dengan melibatkan seluruh stakeholder secara aktif. Stakeholder yang terlibat perlu dilibatkan secara partisipatif dalam pembuatan konsep gerakan keprofesian. Sharing peta kekuatan keprofesian dilakukan untuk memeratakan kemampuan keprofesian di KM ITB.
 
Berkarya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karya bermakan ciptaan, buatan, dan temuan yang dapat dilihat, didengar atau dirasakan secara nyata. ITB FAIR 2010 harus mampu memicu mahasiswa ITB untuk menghasilkan karya yang dapat berguna bagi masyarakat luas. Selain itu, Karya- karya tersebut minimal dapat menggugah mahasiswa lain untuk berkarya.
 
Berdasarkan hal diatas, muara dari visi saya adalah untuk menginspirasi mahasiswa lain untuk turut bergerak di gerakan keprofesian. Namun titik tegas yang saya usung adalah, “berbuat terlebih dahulu baru menginspirasi”.

 

Tujuan

Berdasarkan isu diatas, maka tujuan ITB FAIR 2010 adalah untuk
“Mensinergikan gerakan keprofesian ITB dengan menciptakan muara gerak pengembangan komunitas sebagai suatu semangat bersama agar tercipta suatu ‘new movement of students’ di Indonesia”
 
Target
Adapun target untuk menerjemahkan tujuan adalah sebagai berikut.
  • Mengintegrasikan aspek keprofesian, pengabdian masyarakat dan ekonomi dalam mempelopori ‘new movement of student’ di Indonesia.
  • Memicu munculnya karya tepat guna mahasiswa Indonesia yang berguna bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia
  • Mengaprsesiasi karya mahasiswa
  • Mewujudkan budaya sinergi karya dengan berbagai stakeholder
  • Menyelenggarakan kegiatan ITB FAIR2010 secara besar.
Parameter
Adapun parameter untuk mengukur keberhasilan target adalah sebagai berikut.
 
  • Terintegrasinya aspek keprofesian, pengabdian masyarakat dan ekonomi dengan pelibatan mahasiswa Indonesia.
  • Teraktivasinya mahasiswa Indonesia dalam kreasi community development yang inovatif dan aplikatif
  • Terinventarisnya karya mahasiswa Indonesia sebagai wadah untuk saling mengapresiasi dan menginspirasi
  • Terciptanya budaya sinergi karya antara perguruan tinggi, pemerintah dan swasta serta masyarakat umum lainnya.
  • Terselenggaranya kegiatan ITB FAIR2010 sebagai suatu kegiatan berkonten cerdas, menarik dan berskala nasional

Publikasi karya umum mahasiwa ITB

Berbagai karya mahasiswa ITB yang telah diikutsertakan pada berbagai ajang seperti IMAGINE CUP, PIMNAS, PKM, Kontes Robot Cerdas Indonesia dll, namun belum diketahui banyak orang akan dipublikasikan. Karya- karya yang udah ini akan dipublikasikan secara lebih intensif. Bentuk publikasi karya adalah berupa display , presentasi karya dan catalog yang akan disebarkan kepada pengunjung serta stakeholder lainnya.

Sasaran: mahasiswa ITB berprestasi dan berpengalaman di kompetisi keprofesian

Pameran karya dan inovasi mahasiswa

Pameran ini menampilkan berbagai karya mahasiswa yang berasal dari program studi maupun himpunan masing dan perguruan tinggi lain. Hasil karya CDC (community development competition) pun akan turut ditampilkan dalam wahana yang sama.

Sasaran : Mahasiswa ITB dan perguruan tinggi lain.

Music creation competition

Untuk memperkaya khasanah karya di ITB FAIR 2010 diperlukan suatu music sebagai soundtrack. Tema soundtrack harus merujuk pada semangat berkarya untuk bangsa. Peserta yang terlibat adalah mahasiswa ITB dan siswa SMA. Masing- masing kategori akan menghasilkan 1 soundtrack yang kemudian akan dibuat video klip. Sasaran : Mahasiswa ITB dan pelajar SMA se-Jawa dan Bali

Art and music performance

Seni dan music adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan pemuda. Penampilan seni dan music diharapkan mampu menyemarakkan ITB FAIR 2010. Artis yang dihadirkan akan disesuaikan karakteristiknya dengan tema acara ini. Misalnya seperti Triplet efek rumah kaca, ethnic dan band- band indie lainnya.

Sasaran : pengunjung umum ITB FAIR 2010

Idea Mall

Mall ide adalah suatu wahana tempat berkumpulnya berbagai ide yang inspiratif. Konsep mall ide terdiri dari berbagai display karya expertise di bidang pengembangan komunitas (LSM), display karya expertise yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat seperti mobil kancil buatan INKA, display karya industri kreatif, display hasil gerakan keprofesian mahahsiswa seperti KENMI dll, konsep bisnis, hingga menghadirkan talkshow bersama berbagai pakar seperti C.K Prahalad, B.J Habibie, Deddy Mizwar, Elang Gumilang dll. Tujuan dari acara ini merupakan suatu ajang untuk menginspirasi mahasiswa dan memfasilitasi bagi pihak yang mempunyai ide ataupun karya yang cemerlang.

Sasaran : Expertise, Civitas akademika, Mahasiswa ITB , MahahsiswNon ITB dan pengunjung umum

Community development Contest

CDC (Community development contest) merupakan langkah kongkrit pemngembangan komunitas jangka panjang. CDC melombakan gagasan mahasiswa dari lintas jurusan untuk bersama- sama memecahkan suatu permasalahan di masyarakat berupa rancangan program pengembangan komunitas. Basis peserta merupakan HMJ yang berkolaborasi bersama HMJ lainnya dan peserta dari perguruan tinggi lain. Kejaran kolaborasi antar HMJ dimaksudkan agar masalah yang perlu dipecahkan di masyarakat dapat lebih tepat guna. Selain itu kolaborasi ini dapat dijadikan sarana pembelajaran bagi HMJ yang belum memilki budaya keprofesian kuat. Sedangkan kehadiran peserta dari perguruan tinggi lain diharapkan mampu meningkatkan nuansa kompetisi. Hasil gagasan dari peserta akan dipertemukan dengan masyarakat ekonomi untuk mendapatkan kontrak kerjasama. Diharapkan pasca ITB FAIR 2010, HMJ dan peserta dari perguruan tinggi lain dapat berbuat secara nyata kepada masyarakat. Bentuk lain dari CDC adalah lomba poster pencerdasan dan essay yang akan diikuti oleh siswa SMA dari berbagai daerah.

Sasaran: Mahasiswa ITB dan Mahasiswa perguruan tinggi lain

Diskusi umum gerakan keprofesian mahasiswa Indonesia

Kehadiran mahasiswa Indonesia diharapkan mampu dimanfaatkan secara lebih. Mahasiswa dari seluruh Indonesia diharapkan mampu saling bertukar pikiran akan isu integrasi keprofesian dengan pengembangan komunitas. Raha diskusi bisa jadi menghasilkan sesuatu, bisa jadi tidak. Namun titik tekan yang dikejar adalah interaksi untuk saling menginspirasi dan bergerak bersama-sama menuju suatu arah : keprofesian untuk pengembangan masyarakat.

Sasaran: Mahasiswa Indonesia

Karnaval

Karnaval merupakan suatu trademark positif yang selalu dilakukan di kegiatan ITB EXPO/FAIR. Untuk ITB FAIR 2010 karnaval masih dirasa perlu sebagai bentuk pensuasanaan kepada civitas akademika ITB dan masyarakat luas.

Sasaran: Mahasiswa ITB dan perguruan tinggi lain, civitas akademika, dan masyarakat umum

Launching majalah keprofesian

Majalah keprofesian ITB diharapkan mampu menjadi enzim penjaga sustainability budaya berkarya di ITB khusunya dan mahahsiswa Indonesia umumnya. Konsep majalah keprofesian ini akan dibuat paperless alias digital yang dipasarkan melalui situs- situs jejaring sosial.

 

Sasaran: Civitas akademika ITB dan mahasiswa perguruan tinggi lain

Community service

Kegiatan ini dimaksudkan agar ITB FAIR 2010 tetap membumi dengan melakukan langkah kongkrit jangka pendek kepada masyarakat.Contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah dengan pengenalan teknologi kepada anak-anak disekitar ITB, donor darah, lomba mewarnai dan menggambar bagi anak- anak sekitar ITB, penanaman pohon, dan sumbangan buku bekas bagi masyarakat kurang mampu.

Zero waste event

ITB FAIR 2010 merupakan acara yang dapat dijadikan percontohan sebagai eco-campus dengan mengolah sampah kegiatan secara ramah lingkungan. Program ini akan dikerjakan bersama- sama dengan relawan Ganesha Hijau.

tes ya 

tes ya 

Post new comment

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

ITB Fair Jukebox

Hai Dunia!